Artikel

Pertumbuhan “Digital Economic” Indonesia tertinggi di ASEAN

Kawasan Asean adalah salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomis yang mengesankan di dunia. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh berkembangnya sektor digital economic (ekonomi digital) yang benar-benar tumbuh melebihi ekspektasi yang ada. Pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ini diperkirakan akan mengalami tiga kali lipat pada tahun 2025 atau sekitar 300 miliar USD dibanding pada saat ini mengutip riset terbaru yang dilakukan oleh Google South East Asia, Temasek, dan Bain & Company. Pada kawasan ini terdapat 570 juta jiwa, 360 juta jiwa pada saat ini terkoneksi dengan jaringan internet. 100 jiwa telah terkoneksi dengan internet lebih dari 4 tahun. Hampir 90% mengakses internet menggunakan smartphone. Pada sisi akses ke lembaga perbankan tercatat pada kawasan ini terdapat 400 juta penduduk dewasa dengan 198 juta jiwa diantaranya unbanked serta 98 juta jiwa dalam kondisi underbanked atau keterbatasan dalam mengakses kredit, investasi, dan asuransi.

Grafik pertumbuhan digital ekonomi Indonesia dibanding dengan beberapa negara Asean (dalam miliar USD), sumber : e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasik dan Bain & Company)

Pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital pada kawasan ini adalah berkembangnya e-commerce, ride-hailing, dan game online. Penggerak ekonomi digital di Asean adalah Singapura dengan faktor-faktor antara lain adalah akses terbesar terhadap sumber daya manusia, dukungan unicorn dengan kapitalisasi di atas 1 Miliar USD terbanyak, masyarakat Singapura selalu mendominasi dalam jumlah pembelanjaan pada transaksi-transaksi online walau dengan populasi penduduk yang kecil dan pertumbuhan yang kecil cenderung stabil.

Perkembangan “Digital Economic” Indonesia

Pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia tercatat menunjukkan angka tertinggi di kawasan Asean dengan mencapai 40% dari tahun 2015 diikuti oleh Vietnam di peringkat ke-2, kemudian Malaysia, Philipina, Singapura, dan Thailand sesuai dengan negara yang disurvey oleh Google, Temasek, serta Bain & Company.

Grafik pertumbuhan digital ekonomi Indonesia (dalam miliar USD), sumber e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasik dan Bain & Company)

Pada akhir 2019 ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 40 miliar USD dan akan mencapai 133 miliar USD pada tahun 2025. Laporan terbaru dari Google Southeast Asia pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai 49% tertinggi di kawasan Asean. Pertumbuhan Ekonomi digital Indonesia didorong oleh sektor e-commerce, media online, transportasi online, tour dan travel, dan layanan keuangan digital. Selama periode 4 tahun e-commerce tumbuh 12 kali lipat dan transportasi online tumbuh 6 kali lipat. Pendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia adalah kawasan Jabodetabek. Pengguna atau pelaku yang ada pada kawasan tersebut membelanjakan rata-rata 555 USD perkapita, sedangkan untuk kawasan kota besar lainnya berkisar 100 USD per kapita.

Aspek disparitas kegiatan ekonomi digital antara kawasan perkotaan dan non perkotaan menjadi tantangan bagi pemgembangan digital ekonomi di Indonesia. Disparitas tersebut menyangkut aspek kemampuan terhadap lembaga keuangan, literasi dalam pemanfaatan internet, sarana dan prasarana infrastruktur wilayah dan sumberdaya manusia.

Koneksi Palapa Ring

Peresmian Palapa Ring pada tanggal 14 Oktober 2019 menandakan dimulainya era konektivitas antar wilayah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur terkait koneksi digital yang digagas sejak 2007 ini diharapkan dapat mengurangi disparitas antar wilayah khususnya pemerataan akses telekomunikasi dan informasi dengan menggunakan jaringan fiber optik guna menjangkau daerah terluar, terdepan dan tertinggal di Indonesia. Palapa Ring merupakan tulang punggung internet cepat nasional yang menghubungkan 514 ibukota kabupaten/kota di Indonesia. Proyek Palapa Ring mencakup penggelaran kabel serat optik sepanjang 12 ribu kilometer di 57 kabupaten/kota, di 11 provinsi. Melanjutkan pembangunan 1000 BTS (jaringan 4G) sebelumnya, pemerintah menargetkan pembangunan empat ribu BTS lagi dan hingga tahun 2020 ditargetkan 3500 BTS akan terbangun guna mendukung efektivitas pemanfaatan Palapa Ring.

Dukungan Palapa Ring sebagai infrastruktur ekonomi digital perlu di tangkap oleh pemerintah daerah sebagai penggerak ekonomi digital di daerah dengan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada dan pengembangan sumberdaya manusia pelaku ekonomi digital dalam skala regional dan global. Kemudahan akses telekomunikasi dan informasi akan mendorong era konektivitas yang akan mendorong pergerakan barang, jasa, dan manusia antar wilayah. Dengan demikian semestinya pembangunan infrastruktur tersebut juga harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di daerah serta pembangunan infrastruktur wilayah lainnya seperti bidang energi, transportasi, pemukiman, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lainnya sehingga potensi sumberdaya lokal dapat dioptimalkan secara efektif dan efisien.

Tantangan Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia

Pembangunan Palapa Ring harus mampu menjawab kebutuhan dasar dalam penyediaan kebutuhan akses internet yang murah, mudah dan berkecepatan tinggi di daerah. Selain kebutuhan dasar tersebut peningkatan kualitas SDM dan literasi internet yang baik menjadi kunci dalam penerapan teknologi informasi di daerah.

Proses transformasi digital di tiap daerah perlu dilakukan dengan memetakan potensi sumberdaya dan kearifan lokal yang ada di daerah, melakukan identifikasi atau benchmarking terkait kesiapan SDM dan infrastruktur di daerah guna sebagai milestones dalam pengembangan teknologi digital di daerah yang berbasis pada solusi permasalahan yang dihadapi oleh daerah.

Peran Jasa konsultan khususnya bidang konsultan non konstruksi sangat dibutuhkan dalam rangka asistensi dan pendampingan dalam proses digital transformation di daerah baik dalam penyusunan roadmap pemanfaatan teknologi digital, penyiapan sumber daya manusia berkualitas dan alih teknologi, serta implementasi teknologi digital yang berbasis solutif. Peran jasa konsultan juga sangat dibutuhkan dalam proses penggalian konten informasi, penyiapan paket-paket informasi potensi daerah hingga penyusunan dan implementasi strategi pemasaran dan penjualan keunggulan daerah. Peran strategis INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) sebagai asosiasi perusahaan jasa konsultan baik jasa konsultan konstruksi dan non konstruksi terbesar serta anggotanya tersebar di seluruh provinsi di Indonesia diharapkan dapat mendukung pengembangan digital economic guna mewujudkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya serta mewujudkan ketahanan dan kedaulatan bangsa. (irw/9/2019)

One thought on “Pertumbuhan “Digital Economic” Indonesia tertinggi di ASEAN

  1. Dibentuk sebagai Badan Ekonomi Kreatif, badan ini pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2011 sampai 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *